Langsung ke konten utama

Point of view



I just didin’t expect time to fly so fast. Disaat semua sudah berlalu dan kamu merasakan ada suatu hal yang belum kamu lakukan, kamu akan mengharapkan adanya Time machine atau paling tidak kehadiran kucing berwarna biru dan memintanya untuk memberikanmu pintu kemana saja. Bukankah itu lucu? Disaat kita diberi kesempatan untuk melakukan hal itu dengan sebaik-baiknya, kita lebih memillih untuk menundanya.

Follow your heart or follow your head, my take is follow your heart but bring your head along.
Dia pernah baca quote ini disalah satu cerita favorit dia. Pernah tidak kamu megalami hal ini, disaat kamu harus memilih percaya pada hati atau pada logika? Mungkin ada kita yang memilih percaya pada hati dan akhirnya kecewa atau memilih logika dan akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Ujungnya sama, kecewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia

Membohongi dirinya sendiri untuk kenyamanan sesaat. Hanya ingin mendengar apa yang ingin didengar, hingga melupakan yang namanya akal sehat. Membuang jati diri  untuk membantu penyamarannya yang  sesat. Tubuh jiwa mengering karena tidak membiarkan dirinya rehat. Menjual jiwa untuk kebebasannya yang  jahat. Mengharapkan perhatian untuk memuaskan hatinya yang tersumbat. Kedamaian tidak dapat menjangkau jiwanya karena dia penuh dengan dengki dan penat. Dia tidak dapat kembali karena waktu adalah jahat. Berharap keajaiban untuk waktunya yang semakin dekat. Dan akhirnya tak ada lagi harapan untuk dia yang tersesat.   

Me, A Name I Call Myself

Guess who?

Goodnight !!