Langsung ke konten utama

Dia, Aku dan Kau


Kalau kata Tulus ini sudah sewindu dia mengagumimu dari jauh. Dia masih mengingat jelas saat pertama kali dia melihatmu. Saat itu kau tertawa. Manis sekali. Menurutku apa yang dipikirkan dia adalah lucu. Dia menyukaimu begitu lama hanya karena kau tertawa. Aku jujur mengenalmu dan menurutku kau biasa saja. Banyak yang lebih baik darimu. Tapi dia menyukaimu hampir sewindu lamanya. Selama hampir tiga tahun duduk di kelas yang sama, dia dan kau sangat jarang bertegur sapa. Ya, dia memang pendiam dan juga penakut. Bahkan dia tidak berani untuk menyapamu terlebih dahulu. Gadis lain yang menyukaimu pasti akan mendekatimu dan mengobrol denganmu, tapi yang dilakukannya hanya diam dan meihatmu dari jauh. 
Selama empat tahun dan tiga tahun berada dikelas yang sama tidak ada yang terjadi. Begitu juga dengan tahun terakhir dia melihatmu, dia masih setia dalam bungkamnya. Dan akhirnya pun kau pergi ke kota yang lain. Dia tidak menyesal tidak mengatakan apapun padamu. Dia hanya menyesali sikapnya yang tertutup. Jikalau saja dia lebih terbuka, mungkin kau dan dia bisa berteman seperti yang lain. Itu yang disesalinya.  
Dua tahun kemudian kau dan dia bertemu lagi. Kau menyapanya terlebih dahulu dan saat itu aku masih mengingat jelas bagaimana ekspresi dia. Dia terkejut melihatmu setelah dua tahun tidak berjumpa. Gadis ini manis sekali pikirku. Dan aku bertanya padanya, Apakah kau masih menyukainya? Dan dia hanya tersenyum. Wow, dia menyukai laki-laki yang sama dari dia masih menggunakan seragam putih biru sampai dia memiliki almamater. Untuk kedua kalinya  aku berpikir gadis ini manis sekali. Aku bertanya lagi padanya, Apa kau pernah menyukai laki-laki lain? Dia menjawab, Tentu, tapi tidak pernah ada yang benar-benar kusukai selain dia. Bukankah kalian pikir gadis ini manis sekali.
Aku penasaran laki-laki seperti apa yang akan mampu menarik seluruh perhatiannya –dia-, darimu, membuka hatinya dan melepaskanmu dan berhenti menyukaimu. Siapa yang beruntung itu? Ini bukan salahmu. Bukan juga dia. Dia menyukaimu dan itu cukup baginya. Dia tidak mengharapkan apa pun darimu. 
Bolehkan aku meminta sesuatu darimu? Jika suatu hari nanti kau mengetahui kalau dia menyukaimu, bersikaplah seperti kau tidak mengetahui apa-apa. Karena dia merasa lebih nyaman dalam diamnya.                                                       Selamat #haribloggernasional gaes. Postingan spesial untuk hari ini. Dari curhat-curhat ga jelas, semoga tulisan ini dapat menghibur kamu ya. See ya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just a Girl

Life is unfair and you know it’s plain to see Stop and stare I thing I’m moving but I go nowhere No body said it was easy No one ever said it would be this hard How come things move on when it feels like the end of my world? This world can make you feel small I’m just a girl who caught up in dreams and fantasies There’s a me and no one knows Will they open their eyes and realize that i am real? I guess I need my life to change I just wanna live a life from a new persfective I don’t think twice or rationalize because something I can Am I wrong for thingking that i can be something for real?

Christ - Anggi

Siapa  yang tidak kenal dengan Kim Hyun Joong?  Pasti semua remaja pecinta drama atau musik Korea atau yang sering disebut Kpopers pasti mengenalnya. Yap, Kim adalah personil dan sekaligus leader dari boyband kenamaan Korea, SS501. Dia juga termasuk anggota F4 dalam serial drama Boys Before Flowers.             Lalu siapa yang tidak kenal Anggi? Cewek super cerewet, super galak, super nyebelin setidaknya itu menurut Chris. So , apa hubungannya Kim Hyun Joong dengan Anggi? Anggi dengan Chris? Serta Kim Hyun Joong dengan Chris? Let’s find out.             Anggi adalah salah satu korban dari keganasan dan kegilaan remaja tentang Korea. Dia menyukai segala sesuatu tentang negara ginseng itu mulai dari parawisata, bahasa dan tentu saja aktor dan artis dari negara maju itu. Sedangkan Chris, dia adalah seseorang yang tidak mau tau tentang segala tetek bengek dunia kpop...

Senja tadi